Tectonic plates, fault lines, and the science of seismic movement
Gempa bumi merupakan akibat pelepasan energi dari dalam bumi. Litosfer (kerak dan mantel atas) terdiri dari tujuh lempeng tektonik besar dan beberapa lempeng tektonik kecil, mengambang di astenosfer di bawahnya, bergerak dengan kecepatan beberapa sentimeter per tahun. Ketika lempeng-lempeng saling bertumbukan, berpisah, atau meluncur melewati satu sama lain, tegangan elastis yang sangat besar akan terbentuk pada batas lempeng. Batuan berubah bentuk di bawah tekanan hingga tegangan melebihi kekuatannya — batuan tersebut retak secara tiba-tiba, melepaskan energi elastis yang tersimpan sebagai gelombang seismik yang memancar ke segala arah. Mekanisme pemicu gempa utama meliputi: • Gempa bumi zona subduksi: satu lempeng menukik ke bawah lempeng lainnya, mencapai kedalaman hingga 700 km. • Gempa strike-slip: lempeng meluncur secara horizontal, seperti Sesar San Andreas. 100.000 terasa, dan sekitar 100 menyebabkan kerusakan. Lebih dari 90% terjadi di sepanjang Cincin Api Pasifik. Monitor Gempa Global — Data seismik real-time dalam 14 bahasa Tentang Ketentuan Privasi Data: USGS Situs ini menggunakan cookie dari Google untuk memberikan dan meningkatkan kualitas layanannya dan menganalisis lalu lintas. Mengerti! (fungsi(){if(!localStorage.getItem('eq-cookie'))document.getElementById('eqCookie').classList.add('show')})()